Malang, Kamis 29 Februari 2024. Departemen Sejarah menyelenggarakan kuliah publik pada dua mata kuliah secara berurutan, yaitu ‘’Kajian Buku Teks dan Kurikulum’’ dan ‘’Pengembangan Bahan Ajar Sejarah’’. Kuliah ini diinisiasi oleh Departemen sebagai langkah untuk pelibatan publik dalam kegiatan pembelajaran. Kuliah Publik ini diikuti oleh MGMP SMA N Kab. Sidoarjo. Peserta kegiatan berjumlah 68  dengan rincian 23 dari Fakultas Ilmu Sosial dan 45 dari MGMP. Acara ini bersamaan dengan kegiatan Kunjungan dari Guru-guru sejarah MGMP SMA N Kab., Sidoarjo ke Fakultas Ilmu Sosial. Seusai acara kunjungan yang berlangsung di lantai 7 Aula Ki Hajar Dewantara FIS UM dilanjutkan dengan rangkaian Kuliah Publik Departemen Sejarah yang berlangsung di dua tempat. Peratama secara indoor di ruang museologi Lt.1 A6 108 dan di Taman Sejarah FIS UM.

Kuliah Publik yang pertama diisi oleh Kepala Departeman  Ibu Indah Wahyu Puji Utami Ph.D yang menyajikan materi mengenai dinamika implementasi Kurikulum Merdeka (Kurmer) untuk mata pelajaran sejarah di Sekolah Menengah. Respon yang sangat positif dari para peserta kuliah publik kali ini, mengingat mereka sebagai praktisi di sekolah ternyata juga mengalami kendala dalam implementasi Kurmer ini. ‘’kita sebagai guru di sejarah juga masih bingung dalam menjalankan kurikulum merdeka ini, karena kebebasan yang diberikan dalam menyusun materi itu justru membuat alur berfikir sejarah kurang terstruktur’’ ujar Dicki S.Pd.Gr. , salah satu guru dari SMA N1 Sidoarjo yang mengikuti acara ini.

Kuliah Publik selanjutnya di isi oleh Najib Jauhari S.Pd,. M.Hum untuk membawakan materi tentang pemanfaatan situs lokal sebagai bahan ajar sejarah. Kegiatan ini dilakukan di luar ruangan, yaitu di Taman Seajarah FIS UM, yaitu di selasar taman prasasti dan panil relief serta di miniatur Candi Kidal. Sengaja dilakukan di luar raungan dalam rangka meniptakan iklim pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual. ‘’ya kalau pembelajarn dilakaukan dengan cara seperti ini, berlangsung di Situs sejarah, dan siswa ditunjukkan pada objek sejarah pasti akan lebih menyenangkan dan memudahkan pemahaman sejarahnya’’ Ujar Maskurin S.Pd., M.Pd guru SMA N 2 Sidoarjo yang antusias mengikuti kuliah publik ini.

 

Serangkaian Kegiatan kuliah publik ini bertujuan untuk melibatkan secara langsung masyarakat atau publik dalam pembelajaran, untuk melihat dan mengetahui respon mereka terhadap proses pembelajaran sejarah di Perguruan Tinggi. ‘’kita berharap ini menjadi bahan evaluasi dari respon yang diberikan oleh masyarakat terhadap kita sebagai LPTK, sekaligus memberikan wawasan baru bagi publik’’ Tutur Kepala Departemen Sejarah FIS UM. Harapanya kuliah publik seperti ini akan terus dapat dilaksanakan secara berkelanjutan .

 

Tim Publikasi Departemen Sejarah FIS UM

Need Help? Chat with us