“KEBERADAAN INDUSTRI BATIK PRING DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DESA SIDOMUKTI KECAMATAN PLAOSAN KABUPATEN MAGETAN SERTA MUATAN EDUKASINYA “

“Ulfia Krismawati, Nia. 2015. Keberadaan Industri Batik Pring dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Sidomukti Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan serta Muatan Edukasinya. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Nur Hadi, M.Pd, M.Si.

Kata Kunci: Industri Batik Pring Sidomukti, Kehidupan Sosial Ekonomi, Masyarakat Desa Sidomukti.

Batik merupakan salah satu kebudayaan asli Indonesia yang harus dilestarikan oleh generasi muda. Pendirian industri batik merupakan salah satu bentuk pelestarian yang dapat dilakukan oleh masyarakat seperti pendirian Industri Batik Pring Sidomukti. Industri ini mampu berkembang dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga Desa Sidomukti yang secara langsung memberikan pengaruh terhadap masyarakat Desa Sidomukti. Oleh karena itu peneliti mengambil judul tentang Keberadaan Industri Batik Pring dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Sidomukti Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagimana sejarah berdirinya Industri Batik Pring Sidomukti ?; (2) bagaimana perkembangan motif Batik Pring Sidomukti ?; (3) bagaimana pengaruh Industri Batik Pring Sidomukti terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Sidomukti ?. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan sejarah berdirinya Industri Batik Pring Sidomukti, mendeskripsikan perkembangan motif Batik Pring Sidomukti, mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh Industri Batik Pring Sidomukti terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Sidomukti

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Sejarah pendirian Industri Batik Pring Sidomukti adalah sebagai bentuk upaya untuk melestarikan kebudayaan nenek moyang dan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui terciptanya lapangan pekerjaan baru yaitu menjadi seorang pembatik; (2)Perkembangan motif Batik Pring Sidomukti diawali pada tahun 2002 yaitu tahun berdirinya industri yang dipelopori oleh Bapak Tikno. Terdapat tiga KUBE di Desa Sidomukti yaitu, Mukti Rahayu tahun 2002, Mukti Lestari tahun 2006 dan Sri Tanjung tahun 2014. Motif utama dari Batik Pring Sidomukti adalah Tumbuhan Pring yang banyak tumbuh di Desa Sidomukti. Motif-motif ini mengalami perkembangan dalam segi desain motif maupun warna. Motif-motif tersebut antara lain: motif Pring Sedapur, Pring Sulur, Pring Batu, Pring Bonggolan, Jalak Lawu, Pring Ijen, Pring Sekar Jagad, Pring Sekar Melati, Pring Bunga, Pring Kipas, Pring Cecek, Pring Kuning, Magetan Kumandang, Pring Polos, Pring Rumput, Pring Gunungan, Pring Naga, Pring Bunga Krisan, dan Pring Parang Garuda (3) Keberadaan Industri Batik Pring memberikan pengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Pada bidang sosial status sosial dari pengrajin batik meningkat jika dibanding dengan sebelumnya. Pada bidang ekonomi memberikan pengaruh pada peningkatan penghasilan perbulan dari pengrajin batik. Pada bidang pendidikan, batik dapat dijadikan tugas produk pada mata pelajaran seni rupa jenjang SMP Kelas VII KI 4 KD 4.1, SMA kelas XI KI 4 KD 4.1, kelas XII KI 4 KD 4.1 dan terkait perubahan sosial dapat dijadikan bahan pembelajaran pada mata pelajaran IPS kelas IX KI 3 KD 3.1.

Saran dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) Bagi Industri Batik Sidomukti, diharapkan melakukan evaluasi terhadap proses produksi baik dari segi peralatan maupun kinerja selama proses pembuatan (2) Bagi para pengrajin Batik Sidomukti diharapkan selalu melakukan perbaikan kinerja sehingga mampu memproduksi batik yang berkualitas dan terus berinovasi dalam pembuatan motif batik (3) Bagi Pemerintah diharapkan memberikan perhatian kepada Industri Batik Sidomukti baik dari segi permodalan dan fasilitas sehingga industri batik ini mampu berkembang dan bersaing dengan industri lainnya (4) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan lebih mendalami sejarah dari Batik Sidomukti dan masalah yang dihadapi oleh industri Batik Pring baik dari segi fasilitas, permodalan, produksi, dan pemasaran.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*