KEHIDUPAN PETERNAK SAPI PERAH DI DESA NGABAB KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG

“Aristya N. M. 2014. Kehidupan Peternak Sapi Perah di Desa Ngabab┬áKecamatan Pujon Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang.┬áPembimbing (I) Dr. GM. Sukamto, M.Pd, M.Si. (II) Drs. Irawan, M.Hum.

Kata Kunci: Peternakan, pertanian, mata pencaharian, perubahan sosial

Pembangunan serta perkembangan dalam berbagai kehidupan manusia, dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Begitu pula pada penduduk Desa Ngabab kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Sebelumnya sebagian besar mata pencaharian penduduk merupakan petani sayur. Sampai dikenalkanya program Pengembangan Usaha Sapi Perah di Desa Ngabab oleh pemerintah. Sebagian besar masyarakat Ngabab merespon dengan positif dan tidak sedikit yang ikut berpartisipasi dalam program tersebut. Sehingga peternakan sapi perah telah memberikan pengaruh kehidupan penduduk Desa Ngabab terutama pada bidang mata pencaharian.

Penelitian ini membahas masalah pergeseran mata pencaharian masyarakat Ngabab dari petani petani sayur menjadi peternak sapi perah. Serta membahas dampak yang ditimbulkan akibat pergeseran mata pencaharian masyarakat Ngabab.

Rumusan masalah yang terkandung dalam penelitian ini yaitu; (1) Bagaimana pergeseran mata pencaharian masyarakat Ngabab, dari petani beralih menjadi peternak sapi perah?, (2) Bagaimana dampak sosial serta pendidikan pada masyarakat Ngabab setelah mengalami perubahan mata pencaharian?

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pembahasan yang dilakukan dari temuan data, mengorganisasikan data, memilah- milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari. Kemudian pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi.

Program Pengambangan Usaha Sapi Perah (PUSP), merupakan kebijakan pemerintah untuk mengenalkan program usaha sapi perah kepada masyarakat. PUSP dilaksanakan di Desa Ngabab pada tahun 1980, yang bertujuan untuk meningkatkan swasembada masyarakat terutama pada penghasilan keluarga. Penelitian ini menunjukan bahwa, pada awal perintisan usaha peternakan sapi perah di Desa Ngabab telah mengalami berbagai kendala. Namun kendala tersebut berhasil teratasi dengan kemajuan pemikiran dan dengan adanya suatu kerjasama antara peternak dan koperasi ternak yang terjun dalam bidang pengolahan susu. Usaha ternak sapi perah di Ngabab mengalami perkembangan yang terbukti pada peningkatan jumlah peternak sapi perah yang semakin bertambah.

Pergeseran mata pencahaian masyarakat Desa Ngabab dari petani sayur menjadi peternak sapi perah, memberikan dampak pada kehidupan masyarakat Ngabab. Dampak yang paling terpengaruh yaitu pada bidang sosial, pendidikan serta ekonomi keluarga. Peternakan sapi perah telah terbukti mensejahterakan masyarakat Ngabab dalam mencukupi taraf hidup. Namun dalam hal pendidikan tidak melihatkan dampak positif dengan kemajuan ekonomi masyarakat Ngabab. Terbukanya lapangan kerja keluarga untuk usaha sapi perah, telah menurunkan kesadaran pendidikan masyarakat Ngabab untuk menempuh pendidikan formal.

Peternak sapi perah di Ngabab telah mampu meningkatkan taraf hidup keluarga dengan keberhasilan mengatasi kendala dalam mengelola sapi perah serta dapat mengembangkan usaha sapi perah dalam produksi susu. Namun diharapkan pada masyarakat Ngabab terutama para peternak sapi, untuk meningkatkan kesadaran pendidikan pada generasi penerusnya.Seiring dengan perkembangan usaha ternak sapi perah dan produksi susu sapi di Ngabab, diharapkan pada pemerintah untuk lebih meningkatkan wawasan peternak sapi agar lebih meningkatkan kinerja dan meningkatkan produktifitas susu sapi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*