PERKEMBANGAN ANGKUTAN KOTA (ANGKOTA) MALANG 1989-2015

“Raharjo, Wahyu Setyo Joyo. 2015. Perkembangan Angkutan Kota (Angkota) Malang 1989-2015. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. GM Sukamto, M.Pd, M.Si, (II) Dr. R. Reza Hudianto, M.Hum.

Kata Kunci : Perkembangan, Angkutan Kota, Kota Malang

Transportasi merupakan salah satu bentuk sarana perhubungan yang penting dalam kehidupan manusia, sehingga kebutuhan akan transportasi yang memadahi dan layak akan terus meningkat seiring dengan perkembangan zaman dan ragam kebutuhan itu sendiri. Perkembangan sarana angkutan umum di Kota Malang telah dimulai pada zaman kolonial dan terus berkembang sampai pada tahun 1980-an. Pada tahun 1989 muncul angkutan kebutuhan kota atau disingkat dengan angkutan kota (ANGKOTA). Perkembangan transportasi Kota Malang sangat menarik untuk dibahas terfokus pada pembahasan tentang perkembangan angkutan kota yang berada di Kota Malang yang mengalami perkembangan. Dari latar belakang yang telah dijelaskan di atas penulis ingin menelaah beberapa permasalahan yang terjadi. Rumusan masalah antara lain: (1).Bagaimanakah perkembangan angkutan kota (ANGKOTA) di Malang antara 1989-2013 ?(2) Bagaimana pengaruh angkutan kota (ANGKOTA) terhadap mobilitas dan sistem pemukiman masyarakat Kota Malang? Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah meliputi pemilihan topik, heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi (kritik sumber) meliputi kritik ekstern dan kritik intern, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah Sejarah Angkutan Kota muncul pada tahun 1989 dengan memakai jalur tertentu yang telah ditentukan oleh pemerintah dan telah mendapat nama di setiap jurusan yang melewati jalur yang telah ditetapkan. Perkembangan angkutan kota terjadi dalam segi tarif yang selalu berubah menyesuaikan biaya Bahan Bakar Minyak yang terjadi di Indonesia. Perubahan tarif dasar pada Angkutan Kota telah ditetapkan oleh pemerintah sebelumnya dan mendapat persetujuan dari semua jajaran armada Angkutan Kota yang diwakili oleh ketua paguyuban. Masyarakat Kota Malang pada tahun 2000-an menggunakan jasa Angkutan Kota semakin tahun semakin mengalami penurunan dikarenakan masyarakat kalangan menengah dapat dengan mudah mendapatkan kendaraan pribadi dengan harga yang sangat terjangkau, serta kenaikan tarif angkutan yang terjadi dan waktu tunggu yang sangat lama. Pemukiman mempengaruhi adanya angkutan. Angkutan kota (ANGKOTA) ada untuk memenuhi kebutuhan pemukiman karena sebelum adanya jalur angkutan kota telah ada pemukiman di Kota Malang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, masyarakat Kota Malang agar dapat menjaga kestabilan dan eksistensi dari angkutan kota di Kota Malang. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji aspek lain berkaitan dengan perkembangan Angkutan Kota, Kota Malang tersebut, baik dari perkembangan sistem transportasinya maupun perkembangan sarana dan prasarana yang mendukung. ”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*