KEHIDUPAN MASYARAKAT TIONGHOA DI KECAMATAN JOMBANG PADA MASA ORDE BARU (1965-1998)

“Dzikrullooh, Nizza Nazillah. 2015. Kehidupan Masyarakat Tionghoa di Kecamatan Jombang Pada Masa Orde Baru (1965-1998). Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ari Sapto, M.Hum (II) Drs. Dewa Agung Gede Agung, M.Hum.

Kata Kunci: Masyarakat Tionghoa, Kecamatan Jombang, Orde Baru.

Keberadaan Masyarakat Tionghoa di Indonesia pada masa rezim Orde Baru berkuasa memiliki sejarahnya sendiri. Sudah menjadi rahasia umum dalam sejarah bangsa Indonesia, bahwa pada masa rezim Orde Baru berkuasa merupakan masa yang cukup sulit bagi Masyarakat Tionghoa. Terkait hal tersebut, keberadaan Masyarakat Tionghoa dalam wilayah Kecamatan Jombang menjadi lebih menarik lagi untuk dikaji mengingat Kecamatan Jombang merupakan daerah dengan dominasi kultur Jawa Islam yang kuat dimana memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan kultur Tionghoa. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana kehidupan masyarakat Tionghoa di Kecamatan Jombang selama rezim Orde Baru berkuasa, (2) Faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam proses interaksi masyarakat Tionghoa dengan masyarakat di Kecamatan Jombang, (3) Bagaimana kontribusi potret kehidupan masyarakat Tionghoa terhadap pembelajaran sejarah? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kehidupan sosial masyarakat Tionghoa di Kecamatan Jombang selama rezim Orde Baru berkuasa, faktor-faktor yang mendukung dan menghambat interaksi sosial antara masyarakat Tionghoa dengan masyarakat di Kecamatan Jombang, serta kontribusi potret kehidupan masyarakat Tionghoa di Kecamatan Jombang terhadap pembelajaran sejarah. Penelitian dalam karya ilmiah ini dilakukan dengan metode historis yang meliputi tahapan pemilihan topik, heuristik (pengumpulan sumber), verivikasi (kritik), interpretasi (penafsiran), dan historiografi (penulisan). Historiografi ini termasuk sebagai sejarah lisan. Hasil penelitian ialah (1) Masyarakat Tionghoa di Kecamatan Jombang juga mengalami diskriminasi oleh kebijakan-kebijakan pemerintah Orde Baru. Interaksi dengan masyarakat bumiputera di Kecamatan Jombang tetap terjalin selama masa Orde Baru hanya secara informal. (2) Faktor yang mendukung interaksi tersebut adalah falsafah keagamaan masing-masing kelompok masyarakat dan kesadaran toleransi diantara keduanya. Faktor yang menghambat terjalinnya interaksi adalah perbedaan identitas sosial. Selanjutnya adalah adanya intrik politik yang terjadi dan berdampak pada segi kehidupan sosial masyarakat. (3) Kontribusi terhadap pembelajaran sejarah selain memberikan informasi terkait sejarah lokal, materi tersebut juga menjadi sarana untuk pembelajaran multikultural. Penelitian ini menyimpulkan aksi diskriminasi sistematis yang telah dilakukan pemerintah selama periode Orde Baru terhadap kelompok masyarakat Tionghoa justru melukai ke-Bhinneka-an bangsa Indonesia sendiri. Ajuan saran bagi penelitian berikutnya dengan tema sejenis adalah agar dilakukan perbandingan dinamika sosial yang terjadi dalam sejarah kehidupan Masyarakat Tionghoa di Kecamatan Jombang melalui pembabakan pada periode-periode yang berbeda. ”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*