IMPLEMENTASI E-LEARNING OLEH GURU SEJARAH DALAM RANGKA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS XI MIPA SMAN 1 PARE

“Puspitasari, Diyah Ningrum. 2015. Implementasi E-learning Oleh Guru Sejarah Dalam Rangka Meningkatkan Motivasi Belajar Pada Siswa Kelas XI MIPA SMAN 1 Pare. Skripsi, Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang.Pembimbing : (I) Drs. I Wayan Legawa, M.Si

Kata Kunci : E-learning, motivasi belajar, sejarah, XI MIPA

E-Learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung pengembangan kegiatan belajar mengajar dengan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain. Sejalan dengan fungsi e-learning tersebut juga mendukung program pemerintah yaitu Kurikulum 2013 yang memuat tentang pendidikan jarak jauh. Dan dengan moodle sebagai sofware e-learning yang digunakan memudahkan suatu instansi atau sekolah untuk menggunakannya.
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) Pelaksanaan e-learning di dalam mata pelajaran sejarah di SMAN 1 Pare, (2) Pengaruh penerapan e-learning terhadap motivasi belajar siswa di SMAN 1 Pare, (3) Kendala penerapan e-learning terhadap motivasi belajar siswa di SMAN 1 Pare.
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui e-learning di pembelajaran sejarah merupakan salah satu hal yang dapat memotivasi siswa dalam belajar tentang sejarah. Untuk memudahkan penelitian, peneliti menggunakan sampel acak. Peneliti menggunakan 10 siswa sebagai sampel dari keseluruhan siswa sebanyak 157 siswa mulai dari kelas XI MIPA 1-XI MIPA 4 dengan cara menyebarkan angket.
Di dalam penelitian ini, menggunakan penelitian deskriptif Dengan pendekatan penelitian kombinasi model sequential explanatory, yang dimaksud penelitian kombinasi model sequential explanator adalah metode penelitian kombinasi yang menggabungkan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif secara berurutan, dimana pada tahap pertama penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dan pada tahap kedua dilakukan dengan metode kualitatif. Hasil dari penelitian adalah Jika di kelas XI MPA 1 skor rata-rata sebesar 86,7. XI MIPA 2 skor rata-rata sebesar 86,3. XI MIPA 3 skor rata-rata sebesar 89. XI MIPA 4 skor rata-rata 87,2 dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa pengaruh e-learning jika dikaitkan dengan motivasi belajar siswa antara kelas satu dengan kelas lainnya berbeda. Walaupun berbeda namun, perbedaan yang sangat tipis antara 86,3 – 89 sudah termasuk dalam kategori positif. Hal ini berarti motivasi belajar siswa kelas XI MIPA 1- XI MIPA 4 dalam hal penerapan e-learning disambut positif oleh siswa.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengimplementasian e-learning oleh guru sejarah di SMAN 1 Pare disambut positif oleh siswa-siswi di kelas XI MIPA sebagai pelaku. Hal ini di sisi lain dapat digunakan sebagai salah satu inovasi pembelajaran dalam sejarah, di sisi lain juga mendukung adanya kolaborasi di bidang teknologi dan pendidikan. Kendala-kendala yang menjadi masalah di pengimplentasian ini merupakan kendala teknis yang diusahakan akan berkurang di waktu yang akan datang. Kendala-kendala tersebut menyangkut koneksi internet dan sosialisasi guru yang dilakukan secara bertahap. Sebaiknya kendala tersebut di masa yang akan datang bisa diperbaiki dan mendapat bantuan dari pemerintah untuk perkembangan e-learning.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*