PERAN NAHDLATUL ULAMA SEBAGAI PARTAI POLITIK TAHUN 1952-1973 DI PASURUAN

“Zaenuri, Ahmad. 2015. Peran Nahdlatul Ulama sebagai Partai Politik Tahun 1952-1973 di Pasuruan. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Siti Malikhah Towaf, M.A, Ph.D., (II) Dr. Abdul Latif Bustami, M.Si.

Kata Kunci: peran, partai, NU, pemilu

Nahdlatul Ulama (NU) adalah salah satu organisasi Islam yang muncul pada masa pergerakan nasional Indonesia, tetapi pada tahun 1952 NU berubah menjadi partai politik setelah melepaskan diri dari Masyumi. Keputusan keluarnya NU dari Masyumi dan menjadi Partai Politik dituangkan dalam Muktamar ke 19 di Palembang dengan hasil 61 suara setuju, 9 suara menolak, dan 7 abstain. Sedangkan cabang Partai NU Kabupaten Pasuruan berdiri pada tahun 1952, setelah hasil Muktamar ke 19 di Palembang diputuskan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran NU sebagai partai politik tahun 1952-1973 di Pasuruan yang meliputi (1) latar belakang berdiri dan perkembangan Nahdlatul Ulama sebagai Partai Politik tahun 1952-1973 di Indonesia; (2) latar belakang berdiri Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pasuruan tahun 1935; (3) peran Nahdlatul Ulama sebagai partai politik tahun 1952-1973 di Kabupaten Pasuruan.
Penelitian ini menggunakan metode sejarah. Metode ini terdiri dari lima tahap, yaitu pemilihan topik, heuristik (pengumpulan sumber tertulis, peta, dan sumber lisan/wawancara), kritik sumber (eksternal dan internal), interpretasi dan historiografi. Metode tersebut digunakan untuk menyusun fakta, mendeskripsikan dan menarik kesimpulan tentang apa yang terjadi dimasa lampau.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa NU keluar dari Masyumi dan mendirikan Partai Politik tidak terlepas dari peran Kiai Wahab Hasbullah. Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu basis terbesar NU, ini tidak terlepas dari peran Kiai Nawawi yang menjadi Mustasyar PBNU tahun 1926 dan merupakan seorang kiai yang berpengaruh di Pasuruan. Akan tetapi baru pada tahun 1935 NU cabang Kabupaten Pasuruan resmi didirikan dengan ketua Kiai Muhammad Dahlan. Peran partai NU dalam pemilihan umum 1955 dan 1971 tidak terlepas dari peran pondok pesantren, kiai, santri, dan elite politik. Pada pemilu 1955 dan 1971 Partai NU Kabupaten Pasuruan selalu mendapatkan perolehan suara terbanyak. Pada saat kampanye kemenangan Partai NU Pasuruan pada pemilu 1955, para kiai tidak segan untuk turun langsung ke lapangan untuk menjadi juru kampanye, selain itu strategi kampanye NU Pasuruan juga didapatkan dari kampanye “tersembunyi” yaitu pada saat pengajian. Pada pemilu 1971 strategi kampanye NU tidak beda jauh dengan pemilu 1955, bedanya pada kampanye tahun 1971 ini ada sedikit pembatasan dari pemerintah karena pada waktu itu ada intervensi.
Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan kepada peneliti lain untuk meneruskan atau menggali lebih dalam tentang sejarah NU di Kabupaten Pasuruan, karena dalam skripsi ini masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*