DINAMIKA PABRIK SEPATU PT BERKAT GANDA SENTOSA DESA RANDUPITU KECAMATAN GEMPOL KABUPATEN PASURUAN (1988-2014): KAJIAN PENGARUH KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN MUATAN EDUKASINYA

“Febrianto, Citra. 2015. Dinamika Pabrik Sepatu PT Berkat Ganda Sentosa Desa Randupitu Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan (1988-2014): Kajian Pengaruh Kebijakan Pemerintah dan Muatan Edukasinya. Skripsi, Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Deny Yudo Wahyudi, S.Pd.,M.Hum.

Kata Kunci: kebijakan pemerintah, industri, ekspor-impor.

Kebijakan pemerintah merupakan suatu keputusan yang dibuat secara sistematik oleh pemerintah dengan maksud dan tujuan tertentu yang menyangkut kepentingan umum. Pembangunan pabrik yang marak tahun 1966 diikuti pula oleh kebijakan-kebijakan yang difungsikan untuk menunjang pelaksanaan sektor industri, termasuk pabrik. Bentuk kebijakan pemerintah tersebut mengenai modal yang digunakan pabrik berasal dari dalam negeri atau luar negeri, izin usaha pabrik, tata ruang pabrik, dan kebijakan yang mengatur tentang kegiatan ekspor-impor. Kebijakan pemerintah harus dilaksanakan dan dipatuhi oleh semua industri atau pabrik. Termasuk pabrik sepatu PT Berkat Ganda Sentosa yang berada di Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Kebijakan pemerintah berpengaruh terhadap perkembangan dan eksistensi pabrik.
Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana kebijakan Pemerintah tentang industri tahun 1984-2014, (2) Bagaimana dinamika pabrik sepatu PT Berkat Ganda Sentosa tahun 1988-2014, (3) Bagaimana pengaruh kebijakan pemerintah terhadap pabrik sepatu PT Berkat Ganda Sentosa tahun 1988-2014.
Penelitian yang dilakukan ini menggunakan metode sejarah. Metode penulisan sejarah memiliki tahapan sebagai berikut: (1) pemilihan topik, (2) pengumpulan sumber (sumber primer dan sumber sekunder), (3) verifikasi (kritik ekstern dan kritik intern), (4) interpretasi, dan (5) historiografi atau penulisan. Untuk melengkapi data-data tertulis, peneliti menggunakan studi pustaka dan memanfaatkan metode sejarah lisan melalui wawancara kepada informan terkait. Cara kedua dalam pengumpulan sumber, peneliti melakukan dokumentasi.
Hasil penelitian ini sebagai berikut: (1) Kebijakan pemerintah dalam bidang industri atau pabrik diatur dalam undang-undang dari pemerintah pusat maupun peraturan dari pemerintah daerah. Kebijakan tersebut mengatur mengenai modal, izin usaha, perwilayahan industri atau tata ruang, peralihan kepemilikan pabrik, dan kegiatan ekspor-impor. (2) Dalam proses produksinya yang dimulai pada tahun 1988 sampai 2014, PT Berkat Ganda Sentosa mengalami dinamika. Pada tahun 1988-1998 sebelum tragedi 1998, pabrik melakukan kegiatan industri untuk mengembangkan pabrik. Pemasaran hasil produksi 100% merambah pasar internasional. Pasca tragedi 1998, yakni pada tahun 1999-2005, pabrik mengalami pailit sampai akhirnya pabrik dijual kepada pemilik baru. Pada tahun 2006-2014 setelah dikuasai oleh pemilik baru, pabrik mengalami perkembangan pesat dalam hal jumlah tenaga kerja, jumlah hasil produksi, perluasan wilayah industri, dan mulai merambah pasar lokal, yakni 60% ekspor dan 40% lokal. (3) Kebijakan pemerintah berpengaruh pada dinamika pabrik sepatu PT Berkat Ganda Sentosa. Pengaruh tersebut adalah tentang modal yang dapat diperoleh dengan mudah, izin usaha, izin perluasan industri, dan kegiatan ekspor-impor yang tidak mempunyai banyak kendala.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpukan bahwa perkembangan pabrik sepatu PT Berkat Ganda Sentosa berawal dari masa orde baru sampai masa reformasi. Perkembangan pabrik tak luput dari kebijakan pemerintah yang berpengaruh dalam mempertahankan eksistensi pabrik. Dari kesimpulan tersebut maka disarankan agar pabrik sepatu PT Berkat Ganda Sentosa melaksanakan kebijakan pemerintah Indonesia dengan sebaik-baiknya. Selain itu, pabrik juga hendaknya lebih memperhatikan kesejahteraan dan keamanan kerja karyawannya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*