PENGARUH EROPA TERHADAP GAYA BERPAKAIAN BUMIPUTRA DI YOGYAKARTA (1900-1942)

“Yulitasari, Sri Bekti. 2015. Pengaruh Eropa Terhadap Gaya Berpakaian Bumiputra di Yogyakarta (1900-1942). Skripsi, Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Yuliati, M.Hum.

Kata Kunci: Pakaian, Pengaruh Eropa, Bumiputra, Yogyakarta

Yogyakarta pada awal abad XX, merupakan masa modernisasi yang berkembang dengan pesatnya. Masa ini menjadi awal dari modernisasi suatu perkotaan. Hal ini dapat dilihat dari munculnya berbagai macam lembaga sekolah Belanda, industi-industri modern, serta alat-alat komunikasi yang semakin berkembang. Pengaruh Eropa menjadi salah satu faktor terjadinya modernisasi dari berbagai bidang. Salah satunya yakni dalam gaya berpakaian, yang akhirnya jas, sepatu, kaos kaki, topi, dan baju terusan gaya Eropa menjadi mode yang lazim dikenakan oleh bumiputra di Yogyakarta pada kurun waktu ini.
Rumusan masalah dalam penelitian ini yakni: (1) Bagaimana kondisi sosial budaya Yogyakarta pada tahun 1900-1942; (2) Bagaimana gaya berpakaian bumiputra di Yogyakarta sebelum mendapat pengaruh Eropa; (3) Bagaimana gaya berpakaian bumiputra di Yogyakarta setelah mendapat pengaruh Eropa (1900-1942). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik intern dan kritik ekstern, interpretasi dan historiografi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pada kurun waktu 1900-1942 pengaruh Eropa terjadi secara besar-besar, salah satunya dalam gaya berpakaian. Pengaruh gaya berpakaian Eropa masuk melalui berbagai cara, yakni melalui lembaga pendidikan Belanda, industrialisasi dan berkembangnya media massa. (2) Dampak dari masuknya pengaruh Eropa dalam gaya berpakaian yaitu munculnya dua pandangan yang berbeda. Pertama, mengikuti gaya pakaian Eropa menunjukkan bahwa bumiputra memiliki pandangan yang modern dan maju layaknya orang-orang Eropa. Kedua, berpakaian ala Eropa sama halnya dengan meninggalkan tradisi sebagai masyarakat Jawa. Berpakaian ala Eropa memang memiliki berbagai tujuan, yaitu sekedar untuk menerima kebudayaan atau keinginan menjadi bagian dari dunia modern yang pintar. Satu hal yang pasti, pangaruh budaya asing memang tidak dapat dihindari, seperti halnya pengaruh dari hindhu budha maupun islam yang sudah menjadi bagian dari kebudayaan bumiputra di Yogyakarta.
Berdasarkan penelitian ini disarankan untuk penelitian lebih lanjut dalam eksistensi gaya pakaian Eropa setelah Belanda tidak lagi menjadi bagian dari penguasa di Yogyakarta, yakni ketika Jepang mulai menduduki Yogyakarta hingga masa kemerdekaan. Penelitian selanjutnya ini diharapkan mampu mengkaji apakah pakaian Eropa tetap dikenakan oleh bumiputra di Yogyakarta meskipun Belanda tidak lagi berkuasa, dan bagaimana pengaruh Jepang sebagai penguasa selanjutnya di Yogyakarta terhadap gaya pakaian bumiputra di Yogyakarta.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*